Review Devil May Cry 5: Cita Rasa Klasik Bergaya Modern

n 2 pastisudah tidak asing lagi dengan game Devil May Cry. Ya, game action hack-and-slash ini masih terus menjadi salah satu waralaba andalan Capcom sampai saa

Kalau kamu termasuk gamer yang aktif di era PlayStatiot ini.

Terbukti setelah penantian selama lebih dari 10 tahun, para penggemar game Devil May Cry akhirnya bisa merasakan lagi lanjutan dari aksi Dante dan kawan-kawan dalam membasmi iblis lewat game bertajuk Devil May Cry 5. Devil May Cry 5 sendiri dirilis setelah Devil May Cry 4 terakhir diluncurkan pada tahun 2008 silam.

Keputusan Capcom untuk melanjutkan lagi game Devil May Cry ini nyatanya mendapat sambutan yang positif dari kalangan gamer. Capcom pun, dalam sebuah kesempatan sebelum game ini dirilis, memberikan pernyataan bahwa mereka tidak mengubah sistem permainan sama sekali.

Dengan masih tetap mempertahankan sistem permainan yang lawas, Capcom pun meracik game dengan gaya visual baru yang lebih modern. Di game ini juga Capcom memperkenalkan beberapa karakter baru yang lebih segar.

Review Devil May Cry 5

Sekuel Devil May Cry  4

Jika kita berbicara game Devil May Cry, sejatinya timeline atau alur cerita yang dihadirkan memang sedikit membingungkan. Kamu sendiri jangan terpaku pada angka di belakang judulnya, karena pada dasarnya alur cerita yang dihadirkan dibuat acak dari satu judul ke judul berikutnya.

Meski dirilis selang lima tahun dari judul pertamanya, Devil May Cry 3: Dante’s Awakening malah menjadi prekuel dari keseluruhan cerita Devil May Cry saga ini. Lalu kemudian Devil May Cry 4 malah menjadi sekuel dari Devil May Cry 2. Lantas apakah kamu yang notabene pemain baru Devil May Cry bisa mengikuti game ini?

Berita baiknya kamu tetap bisa memainkan Devil May Cry 5. Devil May Cry 5 adalah sekuel dari Devil May Cry 4. Dan jika kamu belum pernah memainkan game ini sama sekali atau tidak mengerti jalan ceritanya, Capcom memberikan fitur ‘History of DMC’ yang bisa kamu akses di menu utama. Di ‘History of DMC’ kamu akan disuguhkan sejarah singkat, lengkap, dan padat soal Devil May Cry dalam waktu hanya lima menit.

Game dibuka dengan adegan bumi mendapat invansi dari pasukan iblis ke bumi yang dipimpin oleh iblis kuat bernama Urizen. Di adegan pembuka tadi kita akan disajikan pertarungan sengit antara Dante dan Nero melawan Urizen di kediamannya yang bernama Qliphoth.

Namun, sayangnya Dante bahkan tidak bisa mengalahkan Urizen yang punya kekuatan super dahsyat. Alhasil, Dante pun kalah telak. Nero yang berupaya menolong Dante kemudian dicegah oleh sosok pemuda bernama V. Sosok pemuda misterius dengan tato di sekujur tubuhnya ini sendiri sejatinya adalah sosok yang memberikan tugas kepada Dante untuk membasmi Urizen.

Nero pun tak bisa berbuat banyak, mengingat tangan iblisnya (Devil Bringer) lenyap diambil oleh sosok misterius sebelum peristiwa Urizen ini terjadi. Beruntung, Nero memiliki sahabat bernama Nico yang mampu menciptakan tangan pengganti berupa robotik bernama Devil Breaker.

Bersama dengan V, Nero dan Nico kemudian pergi mencari keberadaan Dante dan ingin melenyapkan Urizen dari muka bumi ini.

  1. Visual ala RE Engine
Devil May Cry 5_20190428144154
  1. Meracik game dengan visual yang mengagumkan rasa-rasanya bukan menjadi tugas yang berat bagi Capcom, apalagi mereka sudah punya RE Engine. Engine yang memulai debutnya pada Resident Evil 7 (2017) ini tanpa disadari menjadi salah satu engine favorit para gamer, tak ketinggalan gamer PC.Capcom pun merasa puas dengan visual yang ditampilkan lewat RE Engine ini. Terbukti, lepas kesuksesannya Resident Evil 7, Capcom lantas menggunakan kembali RE Engine untuk game Resident Evil 2 Remake. Engine ini pun bisa dibilang menjadi engine yang fleksibel. Karena selain bisa dipakai untuk game first-person dan third-person shooter, engine ini pun bisa dipakai untuk mengembangkan game hack-and-slash seperti Devil May Cry 5 ini.

    Lalu bagaimana cita rasanya? Harus diakui bahwa visualnya patut diacungi jempol. Selain role model karakter yang tertata apik, RE Engine ini juga mampu memvisualisasikan lingkungan dalam game dengan sangat detail. Bahkan, efek kehancuran yang diakibatkan oleh pertarungan juga ditampilkan dengan baik.

    Bukan cuma karakter lama yang unjuk gigi, karakter baru di dalam game ini juga patut diacungi jempol. Capcom berhasil menciptakan karakter yang tidak sembarangan dan terlihat pantas untuk bergabung menjadi anggota keluarga Devil May Cry. Saya pribadi sangat jatuh cinta terhadap sosok Nico dan V.

    Nico sendiri digambarkan sebagai seorang mekanik perempuan yang tomboi, tapi tetap memancarkan aura kewanitaannya. Banyak yang menyebut jika Nico ini mirip dengan sosok Cindy dalam Final Fantasy XV. Bedanya, jika Cindy lebih ditonjolkan keseksiannya, Nico ini digambarkan sebagai sosok yang tangguh dan bukan sekadar cameo belakang

  2. Nico memiliki peran penting dalam pembangunan karakter utama. Tidak cuma hanya muncul dalam cut-scene, Nico juga muncul dalam permainan. Sosoknya mirip-mirip seperti The Merchant dalam Resident Evil 4. Hanya saja, Nico ini tidak menjual senjata, tetapi menghadirkan upgrad

Bicara Devil May Cry pastinya tidak lepas dari sosok bos di setiap stage-nya. Dan jika kamu perhatikan di seri-seri Devil May Cry sebelumnya, maka kamu akan paham dengan desain karakter bos yang tak pernah mengecewakan.

Hal ini tetap dipertahankan di seri terbaru. Desain monster yang menjadi bos

terlihat mengaggumkan. Beberapa bos diciptakan dengan nuansa baru, tapi ada juga bos yang diambil dari masa lalu, salah satunya adalah Cerberus. Monster anjing berkepala tiga ini pertama kali hadir di Devil May Cry 3. Kini, ia kembali dimunculkan dengan tampilan yang segar dan sedikit berbeda.

Bicara Devil May Cry pastinya tidak lepas dari sosok bos di setiap stage-nya. Dan jika kamu perhatikan di seri-seri Devil May Cry sebelumnya, maka kamu akan paham dengan desain karakter bos yang tak pernah mengecewakan.

Hal ini tetap dipertahankan di seri terbaru. Desain monster yang menjadi bos terlihat mengaggumkan. Beberapa bos diciptakan dengan nuansa baru, tapi ada juga bos yang diambil dari masa lalu, salah satunya adalah Cerberus. Monster anjing berkepala tiga ini pertama kali hadir di Devil May Cry 3. Kini, ia kembali dimunculkan dengan tampilan yang segar dan sedikit berbeda.

 

Devil May Cry 5_20190428233838

Selain tampil dengan desain yang menawan, para bos ini juga tidak bisa dianggap remeh. Meski tidak sesulit bos-bos dalam game Dark Soul atau Bloodborne, bos di Devil May Cry 5 ini cukup bisa membuat kamu kelimpungan ketika bermain.

Tak ketinggalan yang menjadi daya tarik di sini adalah musik latar dalam permainan. Ya, Devil May Cry selalu hadir dengan musik latar yang menarik. Tidak mungkin bukan, jika game hack-and-slash yang notabene mengajak kamu membantai monster habis-habisan tidak disertai dengan alunan musik yang menggebu.

Konsistensi dalam menghadirkan musik menarik ini nyatanya tetap dipertahankan di Devil May Cry 5. Bila didengarkan dengan seksama, ada beragam aliran musik yang ada, mulai dari rock, orkestra, sampai musik-musik EDM. Semuanya diracik oleh tangan dingin komposer Kota Suzuki.

Game aksi penuh gaya

Devil May Cry sejatinya adalah game yang menghadirkan aksi penuh gaya. Sama seperti seri Devil May Cry sebelumnya, kepiawaianmu dalam menghabisi musuh ditentukan oleh seberapa banyak kombo yang bisa kamu hasilkan.
Nah, gaya ini juga sebenarnya menentukan seberapa tinggi skor yang dihasilkan. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, maka semakin tinggi pula Red Orb yang bisa kamu peroleh. Ada beberapa tingkatan kombo yang bisa kamu ciptakan, bermula dari D hingga SSS.
Oh iya, Red Orb ini merupakan item penting, karena dibutuhkan untuk kebutuhan upgrade karaktermu. Semakin banyak Red Orb yang kamu peroleh, maka kesempatan untuk meng-upgrade karakter akan semakin tinggi.D
DDi sini Capcom juga tetap mempertahankan sudut kameranya. Sudut kamera Devil May Cry, sebagaimana diketahui, bisa dengan mudah diatur. Walaupun ada beberapa skenario yang memaksa kamera berada dalam kondisi fixed. Bagi sebagian gamer hal ini terasa menyebalkan karena akan menjadi sulit memantau situasi yang ada di sekeliling.
Devil May Cry 5 hadir dengan tiga karakter yang bisa dimainkan (playable character), di antaranya Dante, Nero, dan V. Ketinganya punya gaya bertarung atau serangan yang berbeda-beda, sehingga tidak membuat game ini terasa membosankan ketika memainkannya.

 

Nero, walaupun sudah tidak punya Devil Bringer, di sini tampil dengan Devil Breaker. Masing-masing Devil Breaker ini punya keunikan tersendiri, seperti misalnya Devil Breaker Punch Line yang bisa menyerang layaknya roket, ada juga Devil Breaker Gerbera yang bisa menghasilkan gelombang udara yang tak cuma membuat damage pada musuh, tapi juga bisa memberikan akselerasi gerakanmu.

Uniknya, Devil Breaker ini diplot seperti sebuah item yang bisa dibawa dengan jumlah terbatas. Devil Breaker ini bisa saja hancur ketika

diserang atau kamu memilih untuk meledakannya untuk men

geluarkan serangan pamungkas demi menghasilkan damage yang tinggi ke musuh. Kabar baiknya, item ini bisa kamu temukan di perjalanan, walaupun memang jumlahnya tidak banyak. Toh, kalaupun kamu butuh Devil Breaker untuk melawan bos, kamu bisa kok memanggil Nico dengan mobil vannya untuk membeli Devil Breake

Sementara sosok V ini memiliki gaya bertarung yang unik dan lain dari Nero dan Dante. Sosok V ini mirip seperti seorang warlock atau penyihir. Ia bertarung dengan mengandalkan monster yang di-summon, antara lain Griffon, Shadow, dan Nightmare. Griffon ini dimaksudkan untuk serangan jarak jauh, lalu Shadow seperti serangan jarak dekat atau melee. Sementara Nightmare posisinya adalah serangan ultimate.

V sendiri tidak setangguh Nero dalam artian pertahanan. Karenanya, bermain sebagai V menuntut kamu untuk menjaga jarak agar tidak terkena serangan musuh. Di sinilah peran ketiga monster tadi, yakni untuk menghabisi musuh dan sembari melindungi V dari jangkauan musuh.

Terakhir tentu saja tak lain kalau bukan Dante. Sosok Dante di Devil May Cry 5 ini masih mengandalkan empat gaya bertarung, yakni Trickster (menghindar), Gunslinger (jarak jauh), Swordmaster (melee), dan Royal Guard (pertahanan). Bermain Dante sama saja dengan Nero, yakni mengandalkan kombo yang bsia digabung antara serangan jarak jauh maupun dekat.

Kesim[ulan

 

 

 

Devil May Cry 5 bisa kami simpulkan sebagai sebuah game cita rasa lawas yang kemudian diracik dengan sentuhan modern yang sukses. Capcom di sini bergasil membuktikan bahwa penantian yang lama itu mampu memuaskan para penggemarnya.

Permainan yang penuh aksi masih menjadi nilai jual dari game ini. Bukan cuma aksi, visual hingga balutan musik yang keren yang menemani perjalanan kamu sepanjang permainan juga tak luput dari apresiasi.

Bicara Devil May Cry 5 sekarang bukan cuma bicara Dante. Walau ia masih menjadi karakter utama yang sakti, kamu tidak akan bosan karena ada dua karakter lain yang tak kalah menarik yang bisa kamu mainkan. Terakhir adalah game ini rasanya juga pantas dimainkan tidak hanya satu kali, tapi berkali-kali.

Lebih dari 10 tahun seri Devil May Cry tak dirilis. Lalu bagaimana dengan Devil May Cry 5? Wajib beli kah? Simak ulasannya!

Plus

  • Sistem pertarungan menggabungkan gaya lama dan baru
  • Alur cerita yang seru, bahkan untuk pemain baru
  • Level desain yang bagus
  • Tiga karakter dalam permainan

Minus

  • Lingkungan yang linear

Campaign terlalu singkat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Devil May Cry 5_20190430100020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*